Monday, May 7, 2018

Asal muasal Game Moba dan Pendahulu Game Analog

Kamu pasti sering dengar kan istilah MOBA? Kira-kira apa sih artinya? Lalu, bagaimana sejarahnya sampai genre MOBA bisa sepopuler sekarang? Tak perlu bingung lagi! Ini dia sejarah gameMOBA yang harus kamu tahu!

moba analog
moba kok analog

MOBA merupakan kepanjangan dari Multiplayer Online Battle Arena. Secara harafiah, dapat diartikan sebagai pertempuran dalam suatu arena yang dilakukan oleh beberapa pemain secara online. Terdengar aneh? Hal tersebut wajar, karena sampai saat ini istilah “MOBA” masih diperdebatkan penggunaannya oleh beberapa orang, di mana mereka lebih memilih menggunakan istilah ARTS (Action Real Time Strategy).

Mengapa terjadi perdebatan mengenai istilah yang digunakan tersebut? Hal tersebut akan kita bahas di sesi berikutnya. Namun jawaban tersebut akan terlihat dengan kembali membuka sejarah game MOBA untuk mengetahuinya!


Bila kita tarik jauh kebelakang, sejarah game MOBA sebenarnya diprakarsai dari genre RTS (Real Time Strategy) yang menariknya telah dimulai sebelum tahun 90-an! Salah satu “bapak” dari game RTS sendiri adalah Herzog Zwei yang diluncurkan pada tahun 1989 untuk console Sega.


Permainan Herzog Zwei sendiri memang memiliki beberapa elemen MOBA, di mana kita memainkan sebuah unit dan bertujuan menghancurkan markas musuh dibantu beberapa unit yang dikontrol oleh AI (artificial intelligence).

Perkembangan selanjutnya dari sejarah game MOBA terjadi sembilan tahun setelah Herzog Zwei, dimana game Future Cop: LAPDdirilis untuk Sony Playstation pada tahun 1998. Keunggulan game ini dibandingkan Herzog Zwei adalah penggunaan map yang simetris, unit yang dikontrol memiliki berbagai kemampuan berbeda, juga kemampuan untuk mengumpulkan berbagai power ups dan objektif dari map.

Di tahun yang sama, Blizzard meluncurkan salah satu game RTS paling populer, yaitu Starcraft untuk PC. Berbekal kemampuan untuk menciptakan custom map, seorang pemain bernama Aeon64 menciptakan map Aeon of Strife yang pertama kali memperkenalkan sistem map dengan tiga lane berbeda. Aeon of Strife dianggap sebagai cikal bakal game MOBA modern yang kita kenal sekarang.
Kepopuleran Aeon of Strife berlanjut sampai dengan sejarah game MOBA berikutnya bergulir saat munculnya Warcraft III: Reign of Chaos pada tahun 2002. Berbekal Warcraft III World Editor, Eul menciptakan custom mappertama yang diberi nama Defense of The Ancient (DOTA), mengacu pada map Aeon of Strife.

Kepopuleran DOTA saat itu membuat banyak modder (pencipta custom game dan map) membuat berbagai custom map Warcraft III serupa yang mengacu pada map besutan Eul tersebut.
Barulah pada tahun 2003 seiring rilisnya Warcraft III: Frozen Throne, seorang modderbernama Meian mencoba menggabungkan berbagai map DOTA yang ada dan memberinya nama DOTA Allstars yang berisikan berbagai hero dari macam-macam map DOTA yang pernah dibuat pada periode 2002.

DOTA Allstars meledak dan menjadi sangat populer pada masanya. Pada titik ini, muncul salah seorang tokoh penting dalam sejarah game MOBA, yaitu Steave “Guinsoo” Feak yang pada waktu itu berkomitmen mengembangkan map DOTA Allstars dengan cara menciptakan berbagai hero baru dan juga peningkatan permainan.

Pada puncak popularitasnya, para modderbahkan IceFrog sendiri sadar bahwa DOTA Allstars memiliki masalah fatal, yaitu gametersebut diciptakan menggunakan game engine Warcraft III yang telah ketinggalan jaman. Era selanjutnya dari sejarah MOBA adalah masa stand alone MOBA, atau gameMOBA yang berdiri sendiri dan bukan merupakan custom game atau custom mapdari game apapun.

Stand alone MOBA dipelopori oleh Demigod yang rilis pada tahun 2008. Membawa grafis yang lebih canggih dan mekanik yang lebih mumpuni, nampaknya Demigod gagal karena para pemain harus membeli gametersebut untuk dapat memainkannya! Unsur yang paling dihindari dari genre MOBA modern seperti saat ini.

Barulah pada tahun 2009, Guinsoo yang merupakan salah satu pengembang DOTA Allstars menciptakan League of Legends (LoL) bersama Riot Games. Ia jugalah yang pertama kali menggunakan istilah MOBA dan mempopulerkannya. Karena gratis, para pemain dengan cepat beralih memainkan LoL dan meninggalkan DOTA Allstars.

Kehadiran LoL dengan cepat diikuti oleh perusahaan lain seperti S2 Games dengan Heroes of Newerth (HoN) dan Valve yang menggaet IceFrog untuk menciptakan Dota 2. Tidak ketinggalan Hi-Rez Studio menciptakan SMITE dan Blizzard yang menciptakan Heroes of The Storm (HoTS).

MOBA vs. ARTS, Istilah Mana yang Benar?
Khussus blizard dan hoTS milikinya, mereka menolak menggunakan istilah MOBA, dan lebih memilih menggunakan istilah "hero browler " . Karena istilah moba merupakan hanya sebuah istilah lopuler yg belum di sepakati oleh siapapun. Bila dibandingkan dengan FPS (first person shooting) yang sangat jelas dan gamblang, sedangkan istilah MOBA dianggap kurang dapat menggambarkan kompleksitas permainannya.


Hal ini memicu munculnya istilah ARTS yang sempat digadang-gadang oleh beberapa pihak lebih pantas dari pada MOBA. Istilah MOBA dianggap terlalu dangkal, karena diasumkan seluruh game online yang dimainkan dalam suatu arena akan disebut MOBA, sebut saja bermain Counter Strikesecara online akan membuatnya menjadi MOBA karena semua unsur dari istilah MOBA terpenuhi. Ya kan?

Penggunaan ARTS dianggap lebih cocok karena penggunaan angle kamera yang bersifat overhead identik dengan game RTS, dan action dalam game ARTS memang lebih intens dibandingkan RTS yang lebih mengandalkan strategi mikro seperti mengerahkan armada atau mobilisasi unit untuk menyerang.

Menariknya, sejarah game MOBA dan dan istilah yang digunakannya juga merujuk pada persaingan antara LoL dan DOTA, di mana MOBA adalah istilah yang dipopulerkan oleh LoL, Sedangkan ARTS adalah istilah yang digunakan oleh Valve.

Kamu Harus Tahu, Ini Asal Muasal Game MOBA! Ternyata dari Tahun 80-an!
Unsur Game MOBA

Dari berbagai game yang disebutkan di atas, game MOBA memiliki beberapa kesamaan. Pertama, rata-rata untuk memenangkan permainan para pemain harus menghancurkan suatu struktur atau bangunan khusus. Kedua, para pemain memainkan seorang karakter yang kuat dan biasa di sebut “hero” dengan kekuatan yang berbeda satu sama lain.

Persamaan ketiga adalah MOBA memfokuskan diri pada pertempuran yang terjadi di arena, di mana seiring waktu strategi yang digunakan untuk memenangkan permainan dapat bermacam-macam, mulai dari mengambil objektif, membunuh hero lawan, atau mengumpulkan gold dengan membunuh non-controllable character (creepatau minion).

Jadi perdebatan menganai jumlah lane, jumlah pemain, bahkan controller yang digunakan untuk menggambarkan suatu game termasuk MOBA atau tidak harus dihentikan! Terbukti Aeon of Strife yang menjadi acuan dari MOBA moderen saja hanya dapati dimainkan oleh delapan pemain secara bersamaan, bukan lima seperti yang kita kenal sekarang.
Masa Depan Game MOBA

Tahun ini, sejarah game MOBA telah memasuki babak baru di mana game MOBA bisa dimainkan pada gadget seperti smartphone atau tablet. Fenomena ini kembali mendobrak tradisi MOBA yang selama ini identik hanya dapat dimainkan dari PC, sebut saja Vainglory atau Mobile Legends yang bisa dengan cepat menarik minat para pemain karena lebih simpel dan tidak serumit MOBA PC.
Namun masih terlalu cepat apabila mengatakan MOBA di smartphone akan menghapuskan MOBA PC. Kompleksitas yang mendalam dan kebutuhan akan mekanik kuat menjadi ciri khas MOBA PC yang sulit ditandingi oleh MOBA smartphone.

Dari pada memicu perdebatan baru, alangkah baiknya MOBA di smarthphone maupun PC, dapat berjalan bersama seperti di grandprime 2017

0 on: "Asal muasal Game Moba dan Pendahulu Game Analog"